5 Mindset Email Marketing

Setelah membaca judul ini mungkin kamu bertanya, ternyata email marketing bisa gagal juga ya, Padahalkan ada banyak cerita sukses orang-orang yang berhasil melipatgandakan penjualan dengan email marketing.

Yup kamu benar. Email marketing juga bisa gagal. ya Namanya juga buatan manusia, tidak ada jaminan untuk sukses, apalagi kalau yang menggunakannya sembarangan. Jangankan untung, yang ada malah rugi karena terus-terusan keluar uang (boncos) untuk membayar layanan email marketing.

Tidak hanya email marketing, jika kamu main di Facebook Ads atau Google Adwords juga akan terus-terusan boncos kalau cara mainnya tetap sembarangan. Teknik boleh jadi kamu jago, tetapi yang lebih penting adalah mindsetnya.

Mindset merupakan pondasi berpikir, sedangkan teknik bisa berubah kapan saja. Kalau mindset kamu sudah benar dan kuat, maka segala macam teknik bisa dengan mudah kamu kuasai dengan cepat, termasuk teknik-teknik yang ada di email marketing.

Kalau kamu sudah punya 5 minset ini, Insya Allah email marketing kamu ke depannya akan sukses. Tidak peduli seberat apapun tantangannya, kamu akan terus menggunakan email marketing sebagai saluran pemasaran.

Dalam artikel ini saya akan membahas Email Marketing Mindset 5 Pola Pikir Yang Harus kamu Miliki Untuk Menghindari Kegagalan Email Marketing.

Table of Contents
No header found

Email Marketing Bukan Mie Instant

Kalau kamu sering membaca status para mastah tentang gemerlapnya dan menariknya dunia email marketing, kemudian kamu juga ingin terjun ke dunia yang sama tanpa bekal apapun, sebaiknya tinggalkan email marketing sekarang juga.

kenapa bisa begitu, kalau kamu mau tetap ingin terjun ke dunia email marketing bekali diri kamu dengan ilmu yang cukup, minimal mindset atau pola pikir tentang email marketing.

Menggunakan strategi mail marketing itu bukan mie instant yang sekarang bikin, beberapa menit lagi sudah bisa dinikmati.

Memang banyak orang yang dengan menggunakan email marketing, dengan sekali broadcast saja beberapa menit kemudian uang masuk dengan sendirinya. Namun kamu jangan lihat dia sekarang saja, tapi juga lihat bagaimana dia beberapa tahun lalu.

Lihat bagaimana perjuangannya mengumpulkan list, lihat bagaimana dia melewati masa sulit dan pahit dengan email marketing, dan yang paling penting, lihat mindsetnya sehingga dia bisa menikmati manisnya email marketing saat ini.

kamu harus Ingat, email marketing bukan mie instant. Butuh proses (“bukan waktu”) yang tidak sebentar untuk membangun list email, membangun authority, melakukan testing, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Ancaman Inflasi dan Resesi untuk bisnis

Email Marketing Suka Kolaborasi

Mindset ke dua yang harus kamu miliki sebelum menggunakan email marketing adalah email marketing suka kolaborasi.

Sebenarnya email marketing itu suka berkalorabasi dengan channel apapun. Kalau saat ini kamu fokus belajar Facebook Ads, maka email marketing bisa mendukung kesuksesan iklan kamu, bukan malah mengacaukannya.

Kalau kamu belajar Instagram Marketing juga bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan email marketing secara bersamaan. Malahan dengan menggunakannya secara bersama-sama, hasil yang kamu pelajari akan lebih maksimal.

Sebagai contoh :

Di saat kamu belajar Facebook Ads, terlepas dari apapun objectifnya, awal kamu mungkin akan melakukan targeting berdasarkan kriteria tertentu.

Setelah kamu set kriteria targetnya, kamu tentukan objectivenya dan buat Ad Copynya lalu jalankan iklannya. Dari iklan yang kamu jalankan dan apabila kamu memasang Facebook Pixel di website kamu, maka kamu akan mendapatkan data siapa saja yang mengunjung website kamu.

Dengan data ini kamu bisa melakukan retargeting sebagai filter dan di sini kamu bisa mengkolaborasikkannya dengan email marketing.

Selain itu dengan email marketing kamu juga bisa beriklan dengan Facebook Custom Audience. Kelebihannya kamu tidak perlu repot eksport atau import data, cukup sekali klik saja maka antara email marketing dan Facebook Custom Audience bisa otomatis tersingkronisasi.

Dan untuk kamu yang jualan dengan cara manual dengan Facebook Personal dan Instagram, kamu juga bisa mengkolaborasikan dengan email marketing.

Caranya dengan mengupdate cara order kamu. Bila saat ini kamu masih menggunakan format SMS/ WhatsApp untuk menerima order, maka dalam format tersebut tambahkan email untuk kelengkapan data.

Mau yang lebih praktis, kamu bisa menggunakan Google Form untuk menerima ordernya dan di salah satu fieldnya ada email.

List Building = Trust Building

Membangun list email atau database email bukan sekedar mengumpulkan alamat email tetapi list building adalah trust building, membangun kepercayaan.

Setiap list yang masuk ke kamu dengan cara organik itu menggambarkan seberapa besar orang lain percaya kepada kamu. Bagi sebagian orang email itu adalah ranah pribadi sehingga kalau orang itu mau memberikan emailnya kepada kamu itu adalah bukti kamu bisa dipercaya.

Kalau kamu mendapatkan alamat email dengan cara nyecrape atau beli, di awal memang hasilnya bisa sangat menggiurkan. Tapi setelah beberapa hari saya yakin akan banyak yang menandai kamu sebagai spam dan terlebih lagi sebagian besar dari mereka akan unsubscribe dan meninggkan list kamu.

Oleh karena itu Sebelum menggunakan email marketing, tanamkan ke dalam pikiran kamu bahwa list building itu sama dengan membangun kepercayaaan.

Broadcast Itu Gizi dan Spamming Itu Racun

Salah satu kelebihan dari email marketing adalah kamu bisa mengirimkan email ke banyak orang dengan sekali klik (email masal/ broadcast email).

Namun di saat yang bersamaan, email yang kamu kirim bisa juga menjadi sebuah tindakan spamming sehigga mengganggu orang yang membacanya.

Perbedaanya adalah pada konten. Kalau konten kamu berisi hal hal yang menarik dan bermanfaat itu bisa menjadi gizi bagi list email yang kamu bangun. Semakin bagus kontennya, semakin sering kamu mengirimkan emailnya maka list email kamu juga akan semakin bagus responnya.

Jika list builidng itu seperti tanaman, maka broadcast email yang bagus dan menarik itu seperti pupuknya yang memberikan gizi untuk tanaman tersebut. Namun apabila yang kamu kirimkan adalah email promosi terus-terusan, maka itu bisa menjadi racun untuk list email kamu. Sehingga lama kelamaan list email kamu akan susut dan bahkan mati.

Jualan lewat email marketing itu boleh-boleh saja, bahkan suatu keahrusan. tetapi kamu perlu mempertimbangkan komposisinya. Kalau kebanyakan sharing gak jualan itu gak baik, kebanyakan jualan gak ada sharing-sharing nya itu juga gak baik.

Subjek Dulu Baru Konten, Buka Dulu Baru Ngeklik

Mindset yang terkahir yang harus kamu miliki sebelum menggunaka email marketing adalah Subjek Dulu Baru Konten, Buka Dulu Baru Ngeklik.

Maksutnya untuk bisa berhasil menggunakan email marketing orang yang menerima email kamu harus membuka email dan ngeklik link penawaran yang kamu sertakan.

Jadi kamu harus bekerja keras memilikrkan cara agar orang mau membuka email dari kamu. Satu-satunya cara dengan menggunakan subjek email yang menarik perhatian dan membuat orang penasaran untuk melihat apa isi emailnya.

Setelah itu kamu perlu mimikirkan kontennya seperti apa. karena percuma orang sudah buka email, tetapi tidak klik link yang kamu sertakan pada email tersebut.

semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *