6 Alasan Sesuatu menjadi Viral

6 Alasan Sesuatu menjadi Viral, di ambila dari buku “Contagious: Why Things Catch On” rumus bagaimana membuat konten yang Viral

Dalam dunia digital, konten menjadi salah satu cara untuk membantu tim marketing dalam menawarkan suatu produk atau jasa bisnis, sehingga audiens tertarik untuk mencoba.

Konten dibuat dengan harapan dapat menarik minat audiens dan membuat audiens menaruh kepercayaan terhadap Anda sebagai creator atau pebisnis.

dengan membuat konten yang menular, dari cerita, kabar dan informasi suatu produk akan menyebabkan viralitas dari konten yang kita gunakan.

dalam artikel blog kali ini merupakan materi strategi membuat konten viral dengan rumus STEPPS dari Contagious, 6 Alasan Sesuatu menjadi Viral.

yang diambil dari buku berjudul  “Contagious: Why Things Catch On”, bahwa suatu konten bisa jadi viral hanya dengan memenuhi enam elemen, yang disebut STEPPS karangan Jonah Berger.

Menurut Jonah Berger seorang profesor marketing dari University of Pennsylvania dan expert-nya social influence. Beliau mengungkapkan dalam bukunya

Jonah menjabarkan formula STEPPS sebagai berikut :

S – Social Currency

Social Currency berkaitan dengan trend yang sedang terjadi atau banyak dibicarakan secara online maupun offline.

6 Alasan sesuatu menjadi Viral
Pexels

Elemen ini bertujuan agar konten semakin berkualitas dan inovatif, sehingga dapat menggerakkan audiens atau menjadi sebuah trendsetter (kiblatnya orang untuk mencari referensi konten).

Tipsnya :

  1. Tentukan siapa audiens Anda.
  2. Buat tema konten yang berkualitas dari segi cerita maupun visual.
  3. Konten shareable (layak untuk dibagikan oleh audiens).
  4. Tidak malu untuk berlomba-lomba membuat konten viral.

Contohnya :

sosial media pernah ramai bikin video cover dance lalu ditambah kalimat promosi atau bikin video review singkat tentang informasi bisnis dengan diawali tagline seperti “review dessert box hits check”. 

Ternyata cara ini cukup membantu untuk mendatangkan customer, sehingga banyak pebisnis yang meniru konten tersebut.

T – Triggers

Trigger artinya pemicu atau menggerakkan.

rangsangan yang membuat orang untuk berfikir tentang hal-hal yang saling berhubungan

Maksudnya, konten Anda harus mengandung sebuah kata yang dapat menggerakan hati nurani audiens ke hal positif dan sesuai dengan value konten.

Trigger dapat berupa kata, frasa atau gambar yang bisa mengingatkan audiens pada produk, merk atau jasa kamu.

Baca Juga : 3 Prinsip Effortless

6 Alasan sesuatu menjadi Viral
Pexels

E – Emotion

ketika kita mulai pedui (emosional) maka kita cendrung untuk berbagi.

Konten viral mengandung sebuah emosi yang dapat mendorong audiens untuk membagikan konten tersebut ke platform manapun.

Emosi yang ada pada konten bisa rasa kagum, gembira, sedih, terkejut dan lainnya.

Hindari unsur negatif yang memicu pertengkaran, jangan terlalu banyak posting konten sedih, hindari kata ‘biaya’ atau ‘kerusakan’.kamu bisa coba kata-kata pemicu emosi positif seperti ‘mudah’ atau ‘baru’.

P – Public

Menurut Jonah Berger, konten yang bersifat promosi, berisi pengumuman, peristiwa terkini, acara, berita publik dan lainnya jauh lebih baik untuk diterapkan.

Karena konten yang diunggah nantinya akan dikonsumsi oleh publik jadi pastikan konten memiliki sisi positif dan berbobot, sehingga brand kamu memiliki citra yang baik dan dipandang positif oleh publik.

P – Practical Value

Perlu diingat, audiens datang ke akun sosial media kamu bukan semata-mata karena kepo, tapi karena mereka membutuhkan sebuah value.

Jadi pastikan kalau konten yang kamu buat sudah mengandung informasi atau edukasi yang kiranya mereka butuhkan.

kamu bisa lakukan riset kecil untuk mengetahui hal apa yang menjadi minat dan kebutuhan audiens.

sebagai Contoh :

Instagram, kamu bisa memanfaatkan feed atau story untuk membangun interaksi bersama audiens dengan membuka sesi tanya jawab atau minta rekomendasi tema konten.

kamu pun bisa memanfaatkan tiktok kamu untuk mempromosikan atau berkomunikasi dengan audience mu.

Dengan adanya riset kamu jadi lebih dekat dengan audiens dan memiliki kepercayaan dari audiens.

Sehingga audiens tidak ragu lagi untuk membaca berulang konten kamu dan membagikan konten ke semua platform yang mereka punya.

6 Alasan sesuatu menjadi Viral
Pexels

S – Stories

Konten dengan alur cerita yang menarik dan tertata rapi tentunya menjadi kesukaan audiens.

Karena cerita yang ada di konten dapat mengubah emosi dan cara berpikir seseorang.

Maka dari itu buatlah cerita yang fresh dengan mengikuti trend sekarang, pengalaman pribadi atau cerita yang relate dengan kehidupan sehari-hari.

Semakin relate cerita kamu, semakin banyak audiens yang datang untuk membaca konten kamu.

Tips lainnya, tetap jadikan audiens kamu sebagai tokoh utama dalam cerita agar mereka gak berhenti untuk membaca dan menceritakan ulang ke followers lain.

Kesimpulan dari rangkuman ini adalah 

“Jangan malas untuk mengulik konten terbaru. Karena semakin banyak Anda belajar, semakin banyak juga inovasi konten yang bisa Anda terapkan.”

Sekarang saatnya kamu praktekkan 6 elemen STEPPS, agar konten semakin menarik dan bisa menjadi trendsetter untuk para creator atau audiens. Rangkuman ini kami ambil dari video di kanal Youtube FightMediocrity.

kita mungkin bisa belajar bahwa sebenarnya viralitas bisa direncakan bahkan dihitung keefektifannya.

Tapi memang, membuat sistem viral campaign bukan hal yang mudah. Harus buat websitenya, buat alurnya, buat sistem pemberian rewardnya dan segala keribetannya.

ini dai artikel 6 Alasan Sesuatu menjadi Viral semoga bermanfaat

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *