9 Taktik Inovatif Bisnis

Krisis mungkin merupakan hal yang paling tidak kita harapkan terjadi dihidup kita.

Termasuk juga bisnis, krisis bisa menjadi penentuan hidup mati perusahaan, termasuk juga setiap orang yang terlibat didalamnya.

Banyak yang hidup dari sebuah bisnis, dan bisa “mati” karena harus terpaksa tidak memiliki pekerjaan lagi karena bisnis collapse. Tentunya kita tidak ingin terjadikan?

disaat pandemi covid-19 menyerang dan terjadinya perang membuat banyak permasalahan economi dan Banyak bisnis yang terguncang, dan bisnis harus berinovasi untuk tetap bertahan atau bahkan malah bertumbuh pesat.

berikut rangkuman dari youtube 9 Taktik Inovatif Bisnis Mengakali Krisis yang dirilis di channel Dr. Indrawan Nugroho.

mari kita bahas satu-persatu.

1. Ikuti Perubahan Perilaku Pelanggan

Bisnis hidup dari pelanggan yang membeli produk dan layanan kita, pelanggan juga adalah manusia yang memiliki perilaku yang cenderung berubah-ubah.

Seperti masa pandemi lalu, perilaku pelanggan berubah drastis 180 derajat dalam waktu singkat.

Sebagai contohnya, apa yang terjadi dengan Astra Otoparts, salah satu lini bisnis dari Astra Group yang bergerak dilayanan service.

Saat pandemi, pelanggan cenderung tidak akan melakukan service rutin ke bengkel, secara otomatis penjualan Astra Otoparts juga terpukul.

Tapi, ternyata Astra Otoparts menyadari perubahan perilaku pelanggannya dengan apik dan mamaksimalkan layanan Home Services dan penjualan spareparts secara online.

Akhirnya Astra Otoparts berhasil bertahan bahkan mencetak laba yang tinggi saat pandemi.

Pexels

2. Identifikasi Peluang Baru

Ada kutipan dari Alexander Graham Bell “Apabila satu pintu tertutup, maka pintu yang lainpun terbuka lebar” dan itulah yang bisa kita manfaatkan untuk bertahan dari krisis dan bahkan mengambil momentum dalam krisis.

Hal inilah yang terjadi juga dengan OLX, sebuah situs jual beli yang cukup lama eksis di Indonesia.

Disaat krisis OLX melakukan riset dan menemukan, memang penjualan mobil baru di saat pandemi mengalami penurunan yang drastis.

Tapi disisi lain, masyarakat lebih banyak mencari mobil bekas disaat pandemi, dan inilah yang dimanfaatkan OLX.

OLX memanfaatkan peluang baru ini dan akhirnya mengoptimasi market baru yaitu jual beli mobil bekas dan akhirnya terbentuklah layanan baru yang kini dikenal dengan OLX Autos.

3. Sesuaikan Portofolio produk dengan kebutuhan pelanggan

Lagi, perilaku pelanggan akan selalu berubah, bahkan disaat tidak dalam masa krisispun ada sedikit banyak perubahan perilaku yang terjadi. Termasuk juga pada kebutuhan pelanggan yang berubah, salah satu contohnya adalah Brand Sharp.

Brand elektronik raksasa ini juga sempat terpukul oleh pandemi, namun Sharp menyadari bahwa ada kebutuhan pelanggan yang baru berubah karena pandemi.

Kebanyakan pelanggan akan mengurangi belanja sembakonya untuk menghindari infeksi covid-19, inilah yang dimanfaatkan oleh Sharp.

Sharp mengubah portofolio produknya dan lebih banyak berfokus ke produk seperti Kulkas, Freezer dan Plasmacluster yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan disaat pandemi.

Baca Juga : Customer Discovery : bagaimana menemukan Pelanggan Ideal

4. Optimalkan Teknologi Digital

Seperti yang kita ketahui, mau tidak mau semua harus mulai digital saat ini.

Terutama dimasa krisis, teknologi digital adalah salah satu solusi yang paling masuk akal untuk kita coba.

Dalam kasus ini adalah perusahaan asuransi Allianz yang tau betul bagaimana memanfaatkan teknologi digital dikala social distancing pada tahun 2020 lalu.

Allianz sudah memiliki platform digital yang ternyata berhasil membawa 93% persen dari polisnya di tahun 2020 lalu.

5. Bereksperimen dengan Channel Baru

Kehilangan channel penjualan yang profitable adalah hal yang paling menyakitkan bagi bisnis.

Termasuk juga raksasa ritel Indonesia PT Mitra Adiperkasa (MAP) yang memegang brand ritel seperti SOGO, Adidas, Crocs dan lainnya.

Pada masa PSBB dulu, seperti yang kita ketahui mall ditutup selama berbulan-bulan.

Secara otomatis, salah satu channel utama PT. MAP terpaksa tidak berjalan dan memukul penjualan.

Tapi, PT MAP bereksperimen dengan memfokuskan penjualan secara online dan bahkan berbagai channel penjualan lain seperti Drive-thru.

Ini juga yang mungkin bisa kita model kebisnis kita.

9 Taktik Inovatif Bisnis
Pexels

6. Sesuaikan penawaran dengan situasi pelanggan

Pada masa krisis hampir semua elemen terpukul, dari perorangan, bisnis dan juga pemerintah mungkin.

Praktis hal ini membuat pelanggan memiliki situasi yang terbatas untuk menjalankan bisnisnya.

Sebut saja Marquee sebuah perusahaan yang berfokus dalam penyewaan kantor untuk bisnis memahami situasi pelanggannya yang serba terbatas.

Secara cepat Marquee berinovasi dengan penawarannya yang semula menyewakan kantor per meter persegi, pada saat pandemi Marquee menawarkan layanannya per orang yang akan bekerja dikantor.

Tentunya ini akan sangat membantu bisnis yang juga mengalami krisis.

7. Modifikasi produk/layanan

Disaat krisis, apapun harus kita lakukan untuk mempertahankan bisnis tetap berjalan, dan tentunya harus tetap halal. Salah satu industri yang paling terpukul adalah perhotelan.

Tidak ada wisatawan asing atau dalam negeri yang berlibur dan menginap dihotel.

Pendapatan hotel nyaris 0 beberapa bulan, dan ini tidak bisa dibiarkan. Banyak hotel yang akhirnya memodifikasi produk/layanannya.

Yang awalnya adalah menginap, sekarang diubah menjadi penawaran staycation dimana tamu bisa menginap dengan paket yang jauh lebih terjangkau dibandingkan biaya per malam sebelumnya.

Bahkan, sempat ada penawaran WFH, bukan Work from Home, tapi Work from Hotel, menarik.

8. Ubah cara kerja tim

Membahas WFH lagi, pandemi mengubah banyak aspek dalam kehidupan kita.

Termasuk juga bekerja, sebagian dari kita mungkin terpaksa harus bekerja dari rumah, yang mana sebagian dari pekerja tidak familiar dengan itu.

Sebagai contoh, salah satu lembaga pemerintahan Dirjen Pajak yang mengharuskan sebagian besar atau bahkan seluruh pegawainya untuk bekerja dari rumah.

Semua serba online, dan Dirjen Pajak cukup berhasil dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru ini.

Dari mulai layanan pajak online, dukungan lembaga untuk pegawainya agar tetap bisa bekerja dengan efektif meski dari rumah, dan sebagainya.

9 Taktik Inovatif Bisnis
Pexels

9. Bermain dipasar yang masih hidup

Selama pandemi kemarin, beberapa market mungkin bisa dibilang “mati suri”, tidak ada demand yang biasanya selalu ada.

Pada awal pandemi, seperti yang kita ketahui ekspor/impor juga mati suri, industri yang terlibat didalamnya juga terdampak seperti halnya PT BGR Logistik.

Yang biasanya permintaan banyak dari Industri besar atau B2B, karena pandemi semua berhenti.

Tapi untungnya PT BGR sadar bahwa ternyata masih ada market yang hidup seperti Government dan bahkan UMKM dikota-kota besar yang membutuhkan layanan logistik.

Akhirnya BGR mulai juga bermain dimarket Government dan UMKM selama pandemi untuk bertahan melewati pandemi.

Dan itulah 9 Taktik Inovatif Bisnis dan contoh yang inovatif dari kasus krisis pandemi beberapa tahun belakangan ini.

Saya yakin, mungkin masih banyak taktik yang bisa kita implementasikan dibisnis bahkan bukan hanya untuk bertahan, tapi untuk bertumbuh pesat 9 Taktik Inovatif Bisnis bisa kamu gunakan

semoga bermanfaat

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *