Mengenal apa itu Experiential Marketing – Strategi Pemasaran Melalui Pengalaman yang Berkesan

sebelum membahas Experiential Marketing, Menurut kamu, apa yang membuat orang rela mengeluarkan uang dan antri berjam-jam untuk membeli tiket konser?

Padahal mereka bisa tiduran di kasur sambil mendengarkan lagu yang sama persis dari Spotify atau YouTube? Yup, Jawabannya adalah karena pengalaman yang diberikan.

Dengan menonton langsung konser, mereka tidak hanya mendengarkan lagu, tapi kelima panca indera-nya juga aktif. Mereka bisa merasakan atmosfernya, melihat pemusik favoritnya secara langsung, bertemu dengan sesama penggemar, dan pengalaman lainnya yang tak akan bisa dirasakan dari rumah.

pengalaman unik yang tak ada duanya bagi konsumen inilah yang berusaha dicapai oleh teknik marketing ini.

marketing yang satu ini tidak hanya dilakukan satu arah dari perusahaan ke pelanggan. Lebih dari itu, pelanggan bisa merasakan langsung apa yang ditawarkan oleh brand-mu, dan disi adalah penglaman menonton konser.

dalam artikel ini saya akan membahas experiential marketing dari Pengertian, Jenis, dan Tips Menerapkannya.

Table of Contents
No header found

Apa Itu Experiential Marketing?

Dilansir dari Eventbrite, experiential marketing merupakan strategi pemasaran produk yang membuat pelanggan mendapat pengalaman menggunakan suatu brand. Definisi ini serupa dengan asal kata experiential, yaitu experience atau pengalaman.

Sorce impulse

mungkin kamu sudah mendengar istilah digital marketing, social media marketing, dan email marketing. tiga jenis marketing tersebut memang sedang diminati oleh para marketer.

tetapi, ketiga strategi ini memiliki kelemahan yang sama, yaitu mengandalkan marketing secara satu arah. tidak banyak interaksi langsung dari perusahaan dengan pelanggan.

Dikutip dari Econsultancy, 48% orang lebih tertarik membeli sebuah produk jika mereka telah mencoba produk tersebut.

Berdasarkan data, kamu bisa memastikan bahwa pelanggan menyukai interaksi dengan sebuah produk. Jika merasa cocok, barulah mereka akan membelinya.

Nah, karena itu kamu bisa memanfaatkan strategi experiential ini unbtuk memanfaatkan berbagai hal yang bisa mendukung pengalaman pelanggan, Semua itu bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan brand.

Baca Juga : Strategi Proactive Customer Service

kenapa Experiential Marketing Penting Bagi Bisnis?

9 Taktik Inovatif Bisnis
foto by unsplsh

setidaknya Ada tiga alasan kenapa kamu harus mempertimbangkan menjalankan experiential marketing :

1 Membangun Koneksi dengan Konsumen

Di zaman serba digital ini iklan muncul di mana-mana. Mulai dari televisi, radio, website, media sosial, dalam aplikasi, video game, YouTube, jeda lagu Spotify, hingga di pantat truk sekalipun.

karena itu, orang-orang sudah kebal dengan iklan dan justru menganggapnya sebagai pengganggu. Efeknya, mereka tidak merasakan koneksi personal dengan brand yang diiklankan. Kalau sudah begini bagaimana iklan bisa menarik konsumen?

dengan experiential marketing bisa menjadi solusi terbaik dari masalah ini, Sebab, experiential marketing ini bukanlah sekedar iklan yang numpang lewat. Melainkan, ia berfokus untuk memberikan pengalaman unik bagi calon konsumen sehingga bisa membangun koneksi personal. sehingga promosi yang kamu lakukan akan lebih efektif karena membekas di hati dan pikiran konsumen.

2 Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Konsumen yang setia itu adalah aset berharga yang diidamkan oleh semua bisnis, semua itu terjadi kalau kamu berhasil membangun koneksi personal dengan konsumen mereka dan mereka akan setia dengan brand kamu. strategi menjaga kesetiaan konsumen dengan customer retention.

konsumen yang setia akan membawa berbagai keuntungan bagi bisnis kamu kedepannya. Seperti selalu membeli produk tanpa pikir panjang dan sukarela mempromosikannya ke orang lain. Kedua hal ini mustahil dicapai jika konsumen tidak mempunyai koneksi personal dengan suatu brand.

3 Meroketkan Brand Awareness

konsumen yang setia akan mempromosikan bisnis kamu ke mana-mana. Mulai dari word-of-mouth ke orang-orang terdekatnya, hingga promosi ke media sosial mereka.

dpromosi dari konsumen setia itu efeknya luar biasa, karena 92% orang lebih mempercayai rekomendasi dari orang lain daripada iklan brand tertentu. Walaupun orang itu tak mengenal satu sama lain.

Dengan begini, brand awareness dan reputasi bisnis kamu juga akan meroket. Efeknya, profit akan meningkat karena banyaknya pembeli baru yang datang dari promosi konsumen setia kamu tad.

Tipe Experiential Marketing

foto by pexels

Agar kamu mendapat gambaran lebih jelas, di bawah ini saya akan memberikan contoh experiential marketing yang bisa dicoba.

Workshop

kelas dan workshop merupakan Salah satu tipe experiential marketing yang paling umum. workshop dilakukan secara tatap muka di suatu tempat. Kamu bisa membuka kelas atau workshop yang ada kaitannya dengan brand-mu.

Experiential Marketing
sorce pengertiandefinisi

Sebagai contoh, kamu memiliki brand florist. Kamu bisa membuka workshop pembuatan bucket bunga. Dengan begitu, kamu bisa mendekatkan pelanggan pada apa yang brand-mu suguhkan. dan kamu juga bisa membuat kelas dan workshop online, seperti webinar.

Event pop-up

Selain kelas atau workshop, kamu juga bisa menggelar event pop-up untuk brand-mu. Acara yang dimaksud bisa mermacam-macam, seperti instalasi seni, pertunjukan live, dan bazar,

tujuan dari event pop-up adalah menyempurnakan pengalaman sehari-hari pelanggan, seperti dikutip dari Single Grain. event pop-up akan berlangsung pada periode waktu yang singkat. Dengan demikian, pelanggan akan merasa harus mendatangi acaramu sebelum periode tersebut selesai.

Single-person event

selanjutnya tipe experiential marketing yang bisa kamu lakukan adalah single-person event. Tips yang satu ini pernah dilakukan oleh Coca-Cola ketika bekerja sama dengan peluncuran film James Bond.

Perusahaan minuman ini memberikan tantangan kepada pelanggan untuk mendatangi sebuah vending machine. Dalam perjalanan pelanggan ke vending machine tersebut, mereka akan menemukan berbagai rintangan khas James Bond.

Pameran produk

Jika kamu bisa memberikan sentuhan kreatif pada sebuah pameran produk, pelanggan akan mendapat pengalaman yang tidak terlupakan.Kamu bisa mengedukasi tentang produk yang kamu luncurkan sekaligus memberikan kesan yang menarik pada mereka.

Experiential Marketing

karena, 65% pelanggan setuju bahwa pameran bisa membuat mereka memahami tentang produk yang ditawarkan daripada jenis marketing lainnya.

Dengan jenis marketing yang satu ini, pelanggan bisa merasakan langsung produk atau jasa yang kamu tawarkan.

7 cara Menerapkan Experiential Marketing

Berikut ini ada 7 tips yang bisa kamu gunakan untuk bisnis kamu

Punya Tujuan yang Jelas

Menentukan tujuan yang jelas merupakan langkah penting yang tak bisa kamu lewatkan, tujuan bisa membantu kamu memahami apa yang sebenarnya hendak dicapai dengan experiential marketing. Sehingga kamu bisa lebih fokus dan mempermudah membuat konsep experiential marketing yang akan dijalankan.

contoh tujuan experiential marketing adalah:

  • Memperluas brand awareness.
  • Mendapatkan leads.
  • Mengenalkan produk baru.
  • Mempromosikan layanan/produk tertentu.

Asli dan Tidak Dibuat-buat

Untuk membangun koneksi personal dengan konsumen kamu. Jadi wajar kalau experiential marketing itu haruslah asli dan tak dibuat-buat. Dengan kata lain, experiential marketing wajib mencerminkan identitas brand kamu selama ini.

Karena itu, kamu harus berfokus pada apa yang membuat brand kamu unik saat merencanakan konsep experiential marketing. Tunjukkan apa yang membuat kamu berbeda dari kompetitor sejenis. Serta, pamerkan apa yang membuat konsumen mencintai brand kamu.

Harus Menceritakan Sesuatu

Semua experiential marketing yang sukses selama ini mempunyai cerita di baliknya, contoh-contoh experiential marketing yang sudah kami berikan. Pasti semuanya menggunakan teknik storytelling untuk bisnis yang memang terbukti ampuh.

karena, cerita adalah salah satu cara paling powerful untuk meninggalkan kesan yang mendalam pada konsumen kamu. Lewat cerita, kamu menyadari dan mengakui kesulitan yang dimiliki konsumen. Serta di saat yang sama, juga menawarkan solusi melalui brand kamu. Semakin personal dan relevan cerita kamu, semakin besar kemungkinan experiential marketing akan sukses.

Jangan Lupa Follow Up

experiential marketing itu seringnya hanyalah event yang terjadi sekali atau dalam waktu terbatas. kamu bisa menerapkan email marketing, menghubungi lewat media sosial, hingga mengirim surat sekalipun setelah event selesai. Lalu, singgung kembali cerita atau pesan-pesan yang kamu sampaikan di experiential marketing.

Dengan begitu, brand kamu akan tetap terngiang-ngiang di kepala konsumen walau event sudah lama selesai. Plus, kamu juga akan mendapatkan leads yang sangat berharga bagi bisnis ke depannya.

Minta Feedback dari Konsumen

Tidak setiap hari kamu berhubungan langsung dengan konsumen, bukan? karna itu, dendapatkan feedback dari konsumen.

kamu bisa minta feedback terkait bagaimana konsumen melihat brand kamu, apa yang konsumen sukai dari experiential marketing ini, dan lain sebagainya. Tak usah takut untuk bertanya ini itu, karena kemungkinan besar konsumen kamu akan dengan senang hati menjawabnya.

Mendorong Social Sharing

experiential marketing yang bagus itu tak hanya memberikan interaksi secara langsung, tapi juga di dunia maya. karena itu, experiential marketing kamu sebaiknya bisa mendorong konsumen untuk berbagi momen tersebut di media sosialnya (social sharing).

Social sharing juga bisa menjadi ajang untuk promosi gratis brand kamu, kamu gabungkan saja experiental marketing dengan social media marketing agar social sharing ini bisa terwujud.

Bisa Diukur

Bagaimana kamu tahu kalau experiential marketing itu sukses atau gagal? Yup, dengan mengukurnya. Mengukur strategi pemasaran bisa membantu kamu untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu ditingkatkan, hingga merencanakan strategi pemasaran selanjutnya.

Oh ya, metrik pengukuran yang digunakan bisa berbeda-beda tergantung tujuan experiential marketing kamu. Misalnya, tujuan kamu untuk meningkatkan brand awareness.

ini dia artikel Strategi Pemasaran Melalui Pengalaman yang Berkesan semoga bermanfaat

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *