The Reptilian Brain (Otak Kopywriting)

The Reptilian Brain, strategi marketing untuk mempengaruhi otak Penjaga perhatian dan pembuat keputusan

coba anda jawab pertanyaan: “apa sih yang menggerakan seseorang untuk membeli?” atau “apa yang sebetulnya menarik perhatian mereka? jawabannya adalah

ia itu The Reptilian Brain yang mengeatur semuanya, dalam artikel kali ini saya akan membahas bagaimana system otak ini berkerja, dan bagaimana teknik yang tepat membangkitakan emosional dari pembaca.

The Reptilian Brain.

Para ahli menyebutkan jika bagian otak inilah yang berperan sebagai “attention gatekeeper” dan “decision maker”. Penjaga perhatian dan pembuat keputusan. dengan kata lain

Apabila kita dapat menarik perhatian pada bagian “reptil” otak manusia dalam strategi marketing yang digunakan, maka kita punya kesempatan lebih besar untuk memengaruhi sekaligus menjual.

Tentu saja, pada kesempatan kali ini kita akan secara cerdik mengaitkannya dengan ilmu menjual lewat kata-kata: Copywriting.

Dalam ilmu Neuromarketing, disebutkan ada 6 hal yang dapat memikat bagian Reptilian pada otak manusia, disebut sebagai “stimuli”, meliputi:

Self Centered

Untuk menggunakan stimuli ini, kita akan masuk melalui perspektif customer. Paling simpel, gunakan kata “Anda/Kamu” atau “Saya/Aku” (keduanya merujuk pada mereka sang customer).

Contoh Copywriting :

Susu saya susu Bendera Aku dan kau, suka Dancow – Pocari Sweat, kembalikan ionmu

Contrast

Kontras adalah tentang membedakan antara sesuatu dengan yang lain secara ekstrim.

Stimuli ini punya daya pikat yang amat kuat sehingga terlarang untuk beberapa jenis kampanye iklan karena diduga rentan menimbulkan salah kaprah.

Contoh Copywriting:

  • Ketika kamu telah mencoba segalanya, tetapi tak satu pun yang berhasil.

Baca juga : 15 Formula Copywriting di sosial media

Tangibility

model marketing ini adalah untuk membuat produk atau brand diingat dan “terasa” meski tak berarti wajib diraba.

Sensasi saat menggunakan atau memilikinya adalah yang ingin dicapai.

Dalam Copywriting, kata-kata seperti “Bayangkan” atau “Rasakan” dapat kita gunakan untuk mencapai stimuli ini. Berikut contohnya:

  • Bayangkan cincin kawin ini berada di jemari manismu
  • asakan pengalaman sedingin kutub utara.
  • Dibuka, dijilat terus dicelupin.

Beginning & End

pada reptilian brain yang hanya mengingat bagian awal dan akhir, cenderung melupakan yang ada di tengah.

Untuk menggunakan stimuli ini, fokuslah pada bagian awal, yakni HEADLINE dan bagian akhir yakni CTA (call to action).

Apabila kita ingin memberikan informasi penting di bagian tengah, buatlah beberapa segmen yang dapat menjadi awal dan akhir yang lebih kecil sehingga meninggalkan kesan bagi konsumen yang membacanya.

Visual Metaphor

penampilan visual merupakan hal yang sangat penting. dapat disimpulkan jika kampanye marketing terbaik sebetulnya merupakan kombinasi antara gambar dan teks.

Gambar yang dapat dilihat secara visual tentu saja akan memaksimalkan Copywriting anda.

Ya. Kita memang dapat menjual hanya dengan kata-kata. Tetapi jika Anda dapat menambahkan sebuah gambar atau desain yang akan memaksimalkan hasilnya, mengapa harus membuat batasan?

Faktanya, di dalam saraf optik manusia punya koneksi langsung kepada Reptilian brain.

jika dibandingkan dengan saraf pendengaran yang menghubungkan telinga ke otak, maka saraf optik punya kecepatan hingga 50x lipat lebih ngebut.

iklan nivea
iklan anti rokok
iklan pasta gigi colgate

Emotional Chord

Emosi menjadi faktor penting dalam pembelian. Malah kebanyakan dari keputusan yang kita buat sebgian besar digerakkan oleh emosi alih-alih logika. karena secara ilmiah emosi dapat merangsang reptilian brain dengan amat baik.

ini dia The Reptilian Brain yang di dalmnya merupakan attention gatekeeper” dan “decision maker”. Penjaga perhatian dan pembuat keputusan, kalau anda ingin membuat copywriting yang sangat maksimal dan luar biasa konversinya, ada harus mengikuti kaidah-kaidah copywriting yang semuanya memikat bagian Reptilian brain pada otak costemer anda.

selamat mencoba

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

2 Comments

  1. Did you write the article yourself or you hired someone to do it?
    I was wondering because I am a site owner too and struggle with writing new content all the time.
    Someone told me to use AI to do create articles which I am kinda considering because the output is almost written by human. Here is the
    sample content they sent me – https://sites.google.com/view/best-ai-content-writing-tools/home

    Let me know if you think I should go ahead and use AI.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *